Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Healthy Life

Demam Berdarah – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

30
×

Demam Berdarah – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Share this article
Penyakit Demam Berdarah
Example 468x60

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini umumnya terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Gejala awal demam berdarah biasanya muncul 4-7 hari setelah gigitan nyamuk dan meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan ruam kulit.

Demam berdarah adalah masalah kesehatan yang signifikan di berbagai belahan dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan ada sekitar 390 juta infeksi virus dengue setiap tahun, dengan sekitar 96 juta orang yang menderita gejala klinis yang parah. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia. Fakta menariknya, tidak semua nyamuk dapat membawa virus demam berdarah. Hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang menularkan virus demam berdarah.

Example 300x600

Nyamuk tersebut akan menularkan virus setelah menggigit manusia yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan demam berdarah tidak mungkin ditularkan secara langsung antar manusia, perlu “peran” dari nyamuk Aedes aegypti betina untuk memindahkan virus tersebut lewat gigitan.

Penyebab Demam Berdarah

Penyebab demam berdarah adalah infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk ini biasanya aktif dan menggigit pada pagi dan sore hari. Mereka sering ditemukan hidup di genangan air yang tenang dan bersih, seperti genangan air di ban mobil, sampah plastik, atau tempat minum hewan. Keberadaan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di lingkungan tersebut dapat memperbesar risiko penularan virus dengue kepada manusia.

Virus dengue sendiri terbagi menjadi empat jenis, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Jenis virus yang menginfeksi diduga memengaruhi gejala dan tingkat keparahan demam berdarah. Orang yang sembuh dari demam berdarah akibat salah satu jenis virus penyebab demam berdarah akan mendapatkan kekebalan terhadap jenis virus tersebut. Misalnya, penderita yang sembuh dari demam berdarah akibat virus DENV-1 akan kebal terhadap jenis virus tersebut seumur hidup. Namun, jika penyintas virus DENV-1 tersebut terkena virus dengue jenis lain, risiko mengalami gejala yang lebih parah akan lebih besar.

Selain itu, faktor lingkungan juga memainkan peran penting dalam penyebaran demam berdarah. Kondisi seperti kebersihan lingkungan yang buruk, genangan air yang tidak tertutup, dan kurangnya pengendalian vektor nyamuk dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan virus dengue.

Gejala Demam Berdarah

Gejala demam berdarah dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan biasanya muncul setelah masa inkubasi virus, yaitu 4–10 hari setelah digigit nyamuk. Berikut adalah rincian gejala yang umum terjadi pada demam berdarah:

  1. Demam Tinggi Mendadak: Salah satu gejala utama demam berdarah adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba. Suhu tubuh dapat mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.
  2. Nyeri Otot dan Sendi: Penderita demam berdarah sering mengalami nyeri otot dan sendi yang parah, yang bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit dilakukan.
  3. Sakit Kepala: Sakit kepala yang parah sering terjadi pada penderita demam berdarah, yang bisa bersifat menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  4. Mual dan Muntah: Gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah sering terjadi pada demam berdarah, yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik.
  5. Ruam Kulit: Penderita demam berdarah dapat mengalami ruam kulit yang khas, biasanya berupa bintik-bintik merah kecil atau bercak-bercak ungu yang terlihat pada kulit.
  6. Pendarahan: Beberapa penderita demam berdarah juga mengalami pendarahan, yang dapat terjadi di bawah kulit (petekie), gusi, hidung, atau bahkan dalam saluran pencernaan.
  7. Penurunan Tekanan Darah: Pada kasus yang parah, demam berdarah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, yang merupakan tanda dari kondisi yang serius dan memerlukan perawatan medis segera.
  8. Perubahan Mental: Pada beberapa kasus, demam berdarah dapat menyebabkan perubahan mental seperti kebingungan atau penurunan kesadaran.

Pengobatan Demam Berdarah

Pengobatan demam berdarah bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi spesifik pasien, tetapi umumnya melibatkan beberapa pendekatan berikut:

1. Perawatan Supportif

Ini mencakup istirahat yang cukup, konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, dan penggunaan obat penurun demam seperti parasetamol untuk mengurangi demam dan nyeri. Pasien juga mungkin perlu memperhatikan asupan makanan yang sehat untuk mendukung proses pemulihan. ika gejalanya ringan, demam berdarah bisa ditangani di rumah dengan pemantauan gejala seperti mencukupi cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi, penuhi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang bergizi seimbang untuk mendukung proses penyembuhan, dan memastikan untuk beristirahat dengan cukup.
Hindari gigitan nyamuk untuk mengurangi risiko penularan lebih lanjut.

2. Menurunkan Demam dan Gejala Lain

Anda bisa mengonsumsi paracetamol untuk menurunkan demam. Obat ini juga dapat meredakan sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi yang mengganggu pada demam berdarah2. Jangan gunakan obat penurun demam atau nyeri golongan OAINS, seperti ibuprofen atau aspirin, karena obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

3. Perawatan Medis

Pasien dengan demam berdarah yang parah atau komplikasi mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Di sini, mereka dapat menerima perawatan yang lebih intensif, termasuk pemberian cairan intravena untuk mengatasi dehidrasi, dan pengobatan untuk mengendalikan tekanan darah rendah.

4. Transfusi Darah

Jika terjadi pendarahan berat atau penurunan jumlah trombosit yang parah, transfusi darah atau komponen darah seperti trombosit dapat diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

5. Pengobatan Simtomatik

Dokter juga dapat memberikan pengobatan untuk mengatasi gejala spesifik yang dialami oleh pasien, seperti obat antiemetik untuk mual dan muntah, atau obat anti-diare untuk mengurangi frekuensi diare.

6. Monitorisasi dan Tindak Lanjut

Setelah pasien pulang dari rumah sakit, penting untuk terus memantau kondisi mereka secara teratur untuk memantau perkembangan penyakit. Pasien mungkin perlu menjalani tindak lanjut secara teratur dengan dokter mereka untuk pencegahan komplikasi jangka panjang.

Pengobatan demam berdarah harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan dilakukan di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman. Penting juga untuk memberikan perhatian yang baik terhadap perawatan mandiri dan menerima bantuan medis sesegera mungkin jika gejala memburuk.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page