Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Healthy Life

10 Makanan Tinggi Gula yang Meningkatkan Gula Darah, Bukan Cuma Manis!

29
×

10 Makanan Tinggi Gula yang Meningkatkan Gula Darah, Bukan Cuma Manis!

Share this article
Jajanan pasar
Example 468x60

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran ketika mendengar tentang kenaikan kadar gula darah? Mungkin banyak dari kita akan langsung mengaitkannya dengan makanan manis seperti permen, kue, atau karamel, namun kenyataannya lebih kompleks dari itu. Meskipun makanan-makanan manis memang dapat memengaruhi kadar gula darah, ada pula sumber-sumber lain yang tidak manis secara rasa namun tetap dapat meningkatkan glukosa dalam tubuh.

Meskipun makanan manis sering kali menjadi penyebab utama lonjakan kadar gula darah, penting untuk diingat bahwa glukosa, bentuk sederhana dari gula, dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan, tidak hanya pada makanan yang rasanya manis. Karbohidrat kompleks, seperti roti, pasta, dan nasi, juga dapat memecah menjadi glukosa dalam tubuh setelah dicerna, menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Penting bagi kita untuk memahami bahwa pengelolaan kadar gula darah melibatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berikut daftar-dafar makanan yang wajib dikontrol dengan serius.

Example 300x600

1. Selai

Selai

Selai adalah salah satu makanan yang sering mengandung tingkat gula yang tinggi, terutama selai buatan komersial yang sering ditemui di pasaran. Sebagian besar selai buatan tersebut mengandung gula tambahan sebagai bahan utama untuk meningkatkan rasa manisnya. Meskipun terdapat variasi dalam kandungan gula antara merek dan jenis selai, beberapa selai bahkan dapat mengandung jumlah gula yang setara dengan permen. Selain itu, selai yang mengandung buah-buahan yang sudah dimurnikan atau direbus juga dapat memiliki kandungan gula yang tinggi, karena proses pemurnian buah tersebut seringkali menyisakan konsentrat gula alami.

Konsumsi selai dengan kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat setelah mengonsumsinya, yang kemudian diikuti oleh penurunan tajam kadar gula darah setelahnya. Hal ini dapat membuat seseorang merasa cepat lapar dan cenderung untuk mengonsumsi lebih banyak kalori atau makanan dengan indeks glikemik yang tinggi.

2. Cokelat

Olahan cokelat

Cokelat adalah salah satu makanan yang sering kali mengandung tingkat gula yang tinggi. Meskipun cokelat umumnya dikenal karena rasa manisnya yang lezat, kenyataannya banyak jenis cokelat mengandung tambahan gula yang signifikan. Cokelat susu, misalnya, mengandung gula tambahan untuk menciptakan rasa manis yang khas, sedangkan cokelat hitam seringkali memiliki kandungan gula yang lebih rendah tetapi tetap mengandung sejumlah gula untuk menyeimbangkan rasa pahitnya.

Selain itu, produk cokelat yang mengandung tambahan bahan seperti karamel, kacang, atau buah kering juga dapat meningkatkan kandungan gula dalam cokelat tersebut. Perlu diingat bahwa meskipun cokelat sering dianggap sebagai camilan yang menyenangkan, konsumsi berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan kadar gula darah atau berusaha menjaga berat badan.

3. Es Krim

Es krim

Es krim adalah salah satu makanan pencuci mulut yang seringkali mengandung tingkat gula yang tinggi. Gula sering ditambahkan ke dalam es krim untuk meningkatkan rasa manis dan mengimbangi rasa krim yang khas. Meskipun beberapa varian es krim mungkin mengandung gula alami dari susu atau buah-buahan, sebagian besar produk komersial cenderung memiliki tambahan gula dalam jumlah yang signifikan. Bahkan, beberapa varian es krim yang dijual di pasaran dapat mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi, membuatnya menjadi makanan yang tinggi kalori dan indeks glikemik.

Konsumsi es krim dengan kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat setelah mengonsumsinya, diikuti oleh penurunan tajam kadar gula darah setelahnya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa cepat lapar dan cenderung untuk mengonsumsi lebih banyak kalori atau makanan yang kaya akan gula. Selain itu, konsumsi berlebihan es krim yang tinggi gula juga dapat menyebabkan peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.

4. Saus

Aneka saus

Saus adalah bahan pelengkap yang sering digunakan dalam berbagai masakan untuk meningkatkan rasa dan tekstur. Namun, banyak jenis saus juga memiliki kandungan gula yang tinggi, terutama saus yang dikemas secara komersial. Saus seperti saus tomat, saus BBQ, saus manis, dan saus mayo sering kali mengandung tambahan gula untuk memberikan rasa manis yang khas. Gula tambahan ini dapat memberikan rasa yang lebih nikmat pada saus, namun juga meningkatkan asupan gula harian kita secara tidak disadari.

Konsumsi saus dengan kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori dan gula, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada risiko obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya. Terutama bagi mereka yang mengonsumsi saus secara teratur dalam jumlah besar, kandungan gula tambahan ini dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

5. Olahan Schmalzkuchen, Odading, Cakwe, Kue Bantal dan Sejenisnya

Bolang baling, odading atau kue bantal

Cakwe dan kue bantal adalah camilan tradisional yang sering dinikmati oleh banyak orang, terutama saat sarapan atau sebagai teman minum teh atau kopi. Kue bantal kadang identik dengan bolang-baling, odading atau schmalzkuchen. Namun, keduanya mengandung tingkat gula yang cukup tinggi, yang sebagian besar berasal dari tambahan gula dalam proses pembuatannya. Gula tambahan biasanya ditambahkan ke dalam adonan untuk memberikan rasa manis yang khas pada cakwe dan kue bantal, sehingga membuatnya menjadi camilan yang lebih menarik bagi banyak orang.

Konsumsi cakwe dan sejenis kue bantal secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan asupan gula harian yang berpotensi merugikan kesehatan. Lonjakan kadar gula darah yang cepat setelah mengonsumsinya dapat menyebabkan kelebihan energi yang tidak seimbang, diikuti oleh penurunan kadar gula darah yang juga berpotensi menyebabkan rasa lapar berlebihan.

6. Cookies dan Biskuit

Biskuit

Cookies dan biskuit adalah camilan populer yang sering kita nikmati sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, banyak varian cookies dan biskuit yang mengandung tingkat gula yang tinggi. Gula tambahan sering ditambahkan ke dalam cookies dan biskuit untuk meningkatkan rasa manis dan kelezatan produk tersebut. Selain itu, beberapa cookies dan biskuit juga dapat mengandung tambahan bahan seperti sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup) atau sirup glukosa, yang merupakan sumber gula tambahan lainnya yang dapat meningkatkan kandungan gula dalam produk tersebut.

Konsumsi cookies dan biskuit dengan kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat setelah mengonsumsinya, yang kemudian diikuti oleh penurunan tajam kadar gula darah setelahnya. Hal ini dapat membuat seseorang merasa cepat lapar dan cenderung untuk mengonsumsi lebih banyak kalori atau makanan dengan indeks glikemik yang tinggi.

7. Buah kalengan

Buah Kalengan

Buah kalengan sering dianggap sebagai alternatif yang praktis dan mudah disimpan dibandingkan dengan buah segar. Namun, penting untuk menyadari bahwa banyak buah kalengan mengandung tingkat gula yang tinggi. Hal ini terutama terjadi pada buah kalengan yang direndam dalam sirup atau sirup gula, yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa manis dan memperpanjang umur simpan produk tersebut. Sebagai contoh, buah seperti peach, pir, atau ananas dalam kalengan sering direndam dalam sirup yang mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.

Meskipun buah kalengan tetap mengandung nutrisi seperti serat dan vitamin, asupan gula tambahan dari sirup yang digunakan dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya memilih buah kalengan yang dikemas dalam air atau jus tanpa tambahan gula, atau menyiram sirup dari buah kalengan sebelum mengonsumsinya, guna mengurangi asupan gula tambahan yang tidak perlu.

8. Donat dan Pancake

Donat dan pancake

Donat dan pancake memiliki kandungan gula yang tinggi karena gula merupakan salah satu bahan utama yang digunakan dalam pembuatannya. Gula berfungsi sebagai pemanis yang memberikan rasa manis khas, sehingga membuatnya lebih menarik dan lezat bagi banyak orang. Selain itu gula berperan dalam proses pengembangan adonan donat dan membantu memberikan kelembutan serta kerapuhan pada tekstur donat setelah dipanggang. Gula juga berperan penting dalam proses karamelisasi saat pancake dipanggang, memberikan warna dan tekstur yang diinginkan pada permukaan pancake.

Selain gula, beberapa varian donat juga menggunakan bahan tambahan seperti glazur atau gula halus sebagai pelapis atau taburan di atas donat. Hal ini juga meningkatkan kandungan gula dalam donat tersebut. Beberapa resep pancake juga mungkin menggunakan tambahan gula lainnya seperti gula halus atau sirup sebagai pelengkap saat disajikan. Hal ini juga dapat meningkatkan kandungan gula dalam pancake. Dengan kombinasi gula dari berbagai sumber ini, tidak mengherankan jika pancake dan donat memiliki kandungan gula yang tinggi.

9. Nasi

Nasi goreng

Nasi, sebagai sumber karbohidrat utama dalam banyak budaya, dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang setelah dikonsumsi. Nasi mengandung karbohidrat kompleks yang pada dasarnya adalah gula. Ketika seseorang mengonsumsi nasi, karbohidrat ini dipecah menjadi gula dalam tubuh dan diserap ke dalam aliran darah. Karbohidrat kompleks cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada karbohidrat sederhana seperti gula putih, sehingga tidak segera menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan. Namun, konsumsi nasi dalam jumlah besar atau dalam bentuk yang sangat diproses dapat meningkatkan risiko lonjakan kadar gula darah yang cepat setelah makan, terutama bagi individu dengan resistensi insulin atau diabetes.

Nasi yang diproses lebih lanjut, seperti nasi putih, memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada nasi merah atau nasi coklat, yang berarti dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang lebih signifikan. Lonjakan kadar gula darah yang cepat ini dapat memicu pelepasan insulin yang besar-besaran oleh tubuh untuk menurunkan gula darah kembali ke level yang normal. Pada jangka panjang, paparan berulang terhadap lonjakan kadar gula darah yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan lainnya.

10. Jajanan Pasar

Jajanan pasar

Onde-onde, klepon, kue cucur, risoles, serabi, getuk, dan kue lumpur adalah beberapa makanan tradisional Indonesia yang sangat populer dan sering dinikmati sebagai camilan atau makanan ringan. Namun, banyak dari makanan-makanan tersebut mengandung tingkat gula yang tinggi. Gula adalah salah satu bahan utama yang digunakan dalam pembuatan adonan dan pelapis pada makanan-makanan tersebut untuk memberikan rasa manis yang khas. Sebagai contoh, klepon dan onde-onde biasanya dibuat dengan adonan ketan yang dicampur dengan gula merah atau kelapa yang telah dicampur dengan gula, sementara risoles dan kue lumpur seringkali mengandung filling manis di dalamnya.

Kue-kue ini juga mengandung karbohidrat tinggi. Onde-onde, memiliki kulit yang digoreng dan diisi dengan kacang hijau manis. Risoles mengandung tepung dan lemak dari kulitnya. Serabi, getuk, dan kue lumpur juga mengandung gula dan karbohidrat. Lalu Kue klepon yang kenyal dan manis ini terbuat dari tepung beras ketan dan gula aren. Meskipun mengandung serat dari tepung ketan, klepon juga mengandung karbohidrat tinggi.

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page